LMND LAMPUNG LAKUKAN AKSI  JAHIT MULUT MENYAMBUT PRABOWO
BERITA • 10 June 2026

LMND LAMPUNG LAKUKAN AKSI JAHIT MULUT MENYAMBUT PRABOWO

Bandar Lampung — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung akan menggelar aksi teatrikal Jahit Mulut Untuk Menyambut Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Tugu Adipura, Bandar Lampung. 

‎Presiden Prabowo dijadwalkan hadir di Lampung untuk membuka Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) — sebuah forum yang merayakan bisnis dan pertumbuhan hanya bagi sekalian elit, sementara jutaan rakyat di luar ruangan itu sedang menghadapi masalah yang tidak sederhana: penghasilan tidak cukup, harga tidak turun, kerja tidak ada, dan kuliah tidak terjangkau.

‎Kondisi ekonomi nasional saat ini tidak bisa dijelaskan hanya sebatas angka pertumbuhan PDB. Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.961 per dolar AS,  level terendah yang langsung dirasakan rakyat melalui kenaikan harga barang impor, lonjakan harga kebutuhan pokok, dan naiknya biaya produksi usaha kecil. 

‎Daya beli masyarakat terus melemah, bukan terbatas pada keinginan tidak mau belanja, tetapi karena rakyat tersandera oleh ketidakpastian ekonomi. 

‎Sepanjang Januari hingga Juni 2025, lebih dari 42.000 pekerja kehilangan pekerjaan akibat PHK, naik 32 persen dibanding tahun sebelumnya. Pabrik-pabrik tutup. Kontrak tidak diperpanjang. Keluarga buruh dilanda ketidakpastian hidup akibat kehilangan pekerjaan.

‎AKum muda menghadapi masalah yang lebih berat akibat ketidkapastian hidup.
‎Pengangguran pada usia 20–24 tahun menembus 2,3 juta jiwa, menjadikan kelompok ini sebagai yang paling terjepit di pasar kerja. Tingkat pengangguran terbuka usia 15–24 tahun mencapai 16 persen.

‎Kaum muda mengalami ketidakpastian hidup akibat kelangkaan lapangan kerja. Dan ketika mereka memilih untuk  melanjutkan pendidikan, yang ditemukan adalah UKT yang terus naik, biaya jalur mandiri yang mencapai puluhan juta per semester, serta sistem PTN-BH yang mendorong kampus negeri beroperasi seperti lembaga bisnis. Anak-anak dari kaum miskin dipaksa mengalami pesimistis akibat kondisi pendidikan kita yang dikomersialisi oleh negara.

‎Josua Sitorus, Koordinator Lapangan aksi LMND Lampung, menyatakan: "Kedatangan presiden datang ke Lampung untuk bersukaria bersama para pengusaha jelas tidak menunjukkan empati terhadap kondisi rakyat hari ini . Saat rupiah melemah terhadap dollar, anak muda mengalami ketidakpastian hidup, buruh semakin banyak kehilangan penghidupan, dan banyak penderitaan rakyat yang tidak cukup disebutkan satu per satu, presiden Prabowo justru berpesta ria bersama para pengusaha, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rekyat yang paling nyata."

‎Aksi jahit mulut yang akan dilaksanakan besok adalah pernyataan politik LMND yang konkret. Mulut yang dijahit adalah simbol pembungkaman rakyat yang lazim di lakukan oleh rezim. ini adalah gambaran rakyat yang sudah berulang kali menyampaikan keluhan, menyerahkan aspirasi, dan menyuarakan tuntutan, tetapi tidak pernah mendapat jawaban yang nyata dari pemerintah. 

‎Pemerintah sibuk membangun narasi pertumbuhan ekonomi, sementara di bawah narasi itu ada keluarga yang tidak bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, ada buruh yang kena PHK tanpa pesangon penuh, ada pemuda yang sudah tiga tahun lulus kuliah belum dapat kerja tetap. Simbol penderitaan rakyat inilah yang disampaikan oleh LMND LAMPUNG dalam aksi di Tugu Adipura.

‎Josua Sitorus menambahkan "Pemerintahan Prabowo tidak cukup melakukan penyelesaian masalah rakyat hanya melalui pidato berapi-api atau selebrasi bersama pengusaha. Kondisi PHK massal, rupiah yang melemah terhadap dollar, pendidikan yang semakin mahal, dan masalah rakyat lainnya harus segera diselesaikan, sebelum kemarahan rakyat terjadi semakin besar." 

‎Mlihat  situasi carut-marut yang diakibatkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran; LMND Lampung mengajak seluruh mahasiswa, pemuda, buruh, petani, dan masyarakat Lampung untuk hadir dan mengawal aksi ini. Ini bukan aksi satu organisasi. 

‎INFORMASI AKSI
‎📍 Lokasi: Tugu Adipura, Bandar Lampung
‎📅 Waktu: Selasa, 10 Juni 2026 
‎Pukul 09.00 WIB

‎Teruslah melawan. Salam Pembebasan